Senin, 30 Juli 2012

Bunga dari Sedotan


Bunga Dari Sedotan
Begitu banyak dan beraneka ragam bunga cantik yang ada di sekitar kita dan telah banyak memberikan inspirasi bagi banyak orang. Bunga merupakan dambaan setiap wanita dan bunga adalah keindahan yang terdapat pada diri seorang wanita.
Akan tetapi keindahan pada bunga tak dapat bertahan hingga lama, bunga-bunga cantik itu akan layu dan kemudian saling berguguran. Tetapi kita dapat membuat bunga-bunga tiruan yang tak kalah cantik dengan bunga alami, selain awet kita tak perlu memberikan perawatan yang khusus seperti halnya pada bunga alami.
Keindahan dan kecantikan bunga-bunga itu telah menginspirasikan penulis menorehkan tulisan untuk menyelesaikan tugas mata kuliah seni rupa dan ketrampilan SD di semester 3 ini. Bunga-bunga cantik dari sedotan ini memang layak untuk di pamerkan. Sedotan yang sering kita gunakan untuk menikmati minuman dingin atau juice dapat kita manfaatkan sebagai bahan pembuat bunga, meskipun sedotan yang digunakan untuk membuat bunga memiliki karakteristik khusus (warna lebih beraneka ragam, lebih lunak, berdiameter lebih besar) yang dapat diperoleh di toko alsesoris bunga.
Meskipun terbilang lebih mudah, namun pada dasarnya pembuatan bunga dari sedotan tetap memerlukan ketelatenan dan juga kerapihan dalam merangkainya. Terlebih bunga itu memiliki tingkat kerumitan yang cukup sulit, hal ini benar-benar diperlukan ketelatenan dan kecermatan dalam membuat pola dan bentuk bunga.
Sebelum memulai membuat bunga dari sedotan, sebaiknya kita harus mengetahui persis bagaimana bentuk detailnya dari bunga yang akan kita buat. Jika akan membuat bunga dari sedotan supaya tampak mirip dengan aslinya, kita dapat melihat secara langsung bunga yang asli dan segera buat pola sesuai dengan pengamatan kita.
Sedikit uraian dari bagian Bunga dari sedotan ini, semoga bermanfaat untuk para guru dan calon guru khususnya, serta masyarakat luas pada umumnya

Alat dan Bahan
Alat utama yang digunakan adalah gunting, jarum berukuran besar, alat serut, dan juga tang yang digunakan sebagai pemilin kawat. Sedang bahan dasar yang digunakan adalah sedotan.
Untuk menunjang kelengkapan dan kesempurnaan dari bunga dibutuhkan beberapa bahan tambahan, yang tersedia di toko-toko bunga hias atau aksesori. Bahan yang dibutuhkan selain bahan dasar yakni aneka kelopak bunga, daun dan tangkai, serta putik dan  benang sari yang telah siap pakai (langsung dapat dirangkai)


s
Add caption



.

Cetak Mencetak


Cetak Bayangan
Mencetak bayangan merupakan kegiatan berkarya seni rupa yang menghasilkan gambar bayangan. Media yang digunakan, diperlukan adanya kertas gambar, daun atau guntingan gambar sebagai objek, cat air, cat semprot atau pewarna kue, sikat gigi bekas, dan sisir. Cara mencetaknya adalah sebagai berikut:
1.     Daun atau guntingan gambar diletakkkan diatas kertas gambar
2.    Cara mencetak dengan sisir atau dengan semprotan
3.    Setelah cat kring, daun atau guntingan gambar tersebut diangkat. Dan anda dapatkan hasil dari cetak bayangan terrsebut.
Cetak tinggi (Cetak Penampang, Daun-daunan, dan Umbi-umbian)
Bahan dan alat yang diperlukan: kertas, pewarna, pelepah daun, buah, daun-daunan, umbi-umbian, pisau, cutter, silet, alas pewarna, spon/busa, kapas, koran bekas.
Proses pengerjaannya:
1.     Pilihlah penampang apa yang akan dijadikan acuan cetaknya pelepah daun atau buah-buahan. Pelepah daun yang sering dijadikan acuan cetak adalah: pelepah daun pisang, pelepah daun talas, pelepah daun pepaya. Buah belimbing dapat pula dijadikan sebagai acuan cetak.
2.    Potonglah penampang bahan acuan cetak itu dengan pisau, cutter atau silet. Arah potongan bebas. Usahakan agar permukaan potongan rata. Kerataan permukaan potongan sangat menentukan hasil cetakannya.
3.    Siapkan pewarna. Pewarna yang disiapkan bergantung dari keadaan bahan acuan cetaknya. Bila acuan cetaknya masih mengeluarkan getah/cairan, cukup disediakan serbuk pewarna saja. Pewarna akan menjadi cair setelah bersatu dengan cairan acuan cetak. Akan tetapi bila acuan cetaknya tidak mengeluarkan cairan, kita perlu menyediakan pewarna yang sudah dicampur dengan air.Pewarna serbuk, cukup disebarkan pada alas warna yang bentuknya datar dan rata misalnya: kaca, formica, lembaran plastik, piring. Penampang acuan cetak yang mengandung cairan digosok-gosokan pada serbuk warna yang ditaburkan di alas hingga rata, maka terjadilah warna yang siap pakai. Pewarna cair dapat dipulaskan pada busa/spon, atau pada kapas.
4.    Mencetakkan acuan cetak. Untuk mendapatkan hasil yang memuaskan ikutilah petunjuk ini.
a.    Penampang acuan cetak yang masih basah tekankan
b.    pada pewarna yang ada pada alas warna tadi.
c.    Selanjutnya tempelkan (sambil ditekan) acuan cetak tersebut pada kertas yang sudah diletakkan di atas koran.
d.    Kemudian angkat acuan cetaknya. Gambar acuan cetak akan tertera pada kertas. Untuk membuat bentuk/gambar yang sama, lakukan kegiatan seperti yang dilakukan sebelumnya beberapa kali bergantung kebutuhan pada kertas yang sama atau yang lain.
e.    Acuan cetak yang sudah kering (tidak mengeluarkan cairan), pengisian warnanya harus dengan cara menempelkan acuan cetak tersebut pada spon/busa, atau kapas yang sudah diisi pewarna. Pencetakannya sama seperti pada pencetakkan acauan cetak sebelumnya. Demikian pula pengulangan pencetakkannya.
f.    Perlu diperhatikan agar pewarna yang menempel pada acuan cetak tidak berlebihan, tidak pula kekurangan. Bila hal ini terjadi, hasil cetakannya tidak akan memuaskan.
Proses pencetakkan daun-daunan dilakukan sebagai berikut:
1.     Pilihlah bentuk daun yang menarik serta ukurannya tidak terlalu lebar.
2.    Siapkan pewarna pada alas warna seperti pada cetak penampang. Usahakan agar keadaan pewarna pada alas merata keadaannya, serta tidak terlalu encer.
3.    Tempelkan permukaan daun tadi serata mungkin pada alas pewarna.
4.    Selanjutnya permukaan daun yang sudah berwarna tadi tempelkan pada kertas yang sudah disiapkan terlebih dahulu. Gosoklah permukaan daun itu dengan hati-hati. Agar aman dan leluasa menggosok, simpanlah kertas di atas permukaan daun tersebut.
5.    Bila mencetakkannya sempurna, bentuk daun serta warna yang dipilih akan tergambarkan pada kertas. Pada cetak umbi-umbian, kita harus membuat acuan cetak terlebih dahulu. Umbi-umbian yang biasa digunakan untuk acuan cetak diantaranya adalah: ubi jalar, kentang, talas, wortel, ketela pohon. Proses kerjanya sebagai berikut:
a.    Potonglah umbi yang sudah dipilih untuk acuan cetak serata mungkin.
b.    Buatlah gambar/bentuk pada permukaan potongan yang rata tadi.
c.    Selanjutnya hilangkan atau rendahkan bagian permukaan yang nantinya tidak akan memindahkan gambar/bentuk dengan jalan mengerat atau menorehnya.
d.    Siapkan pewarna sebelum melakukan pencetakkan. Namun sebaiknya lihat kembali proses pencetakan penampang yang basah dan yang kering. Pada cetak umbi-umbian-pun berlaku hal seperti itu, karena ternyata ada umbi-umbian yang masih mengandung cairan dan sebaliknya. Oleh sebab itu untuk acuan cetak dari umbi-umbian yang masih basah, gunakan serbuk warna. Sedangkan untuk acuan cetak dari umbi-umbian yang sudah kering, pewarna harus dicampur dahulu dengan air. Sekali lagi tata cara pencetakkannya lihat

Gambar Tiupan


Bahan yang diperlukan sama seperti inkblot, tambahannya adalah sebuah sedotan minuman. Proses pengerjaannya:
1.      Teteskan cairan pewarna pada kertas yang sudah diletakkan di atas kertas koran.
2.      Tiuplah tetesan warna itu dengan menggunakan sedotan. Sambil meniup, sedotan itu digoyang-goyangkan sehingga tetesan warna akan menyebar ke berbagai arah. Usahakan tidak ada ujung tetesan yang masih menggenang. Tiup sampai habis.
3.      Dengan meneteskan beberapa warna berbeda dapat menghasilkan gambar yang


Ink Block

Bahan yang diperlukan pada kegiatan ini hampir sama dengan kegiatan tarikan benang. Malahan benangnya sendiri pada inkblot tidak diperlukan.
Prosedur pengerjaannya:
1.      Teteskan warna yang sudah disiapkan terlebih dahulu di atas kertas yang sudah dialasi koran bekas.
2.      Lipat kertas tersebut pada tengah-tengah sisi panjangnya.
3.      Kertas yang sudah dilipat digosok dengan pinggir telapak tangan serata mungkin terutama pada bagian yang ditetesi pewarna.
4.      Buka lipatan kertasnya! Gambar apa yang terjadi?
5.      Untuk menghasilkan gambar yang berwarna lebih dari satu, ulangi beberapa kali kegiatan seperti di atas, tentu saja warna yang diteteskan kemudian harus berbeda dengan warna sebelumnya.
Add caption
Dengan meneteskan sekaligus beberapa warna pada permukaan kertas, dan kemudian melipat serta menggosoknya akan dihasilkan pula gambar yang multi warna


Gambar Tarikan Benang

Tarikan Benang  
Bahan dan alat yang diperlukan: benang kasur, pewarna, kertas HVS/gambar, koran bekas (alas meja), tempat pewarna(wadah air kecil). 
Prosedur pengerjaan: 
  1. Siapkan adonan pewarna seperti pada proses batik sederhana  
  2. Ambil benang kasur sepanjang 40 – 45 cm. Celupkan sebagian besar benang tersebut pada larutan pewarna. Kalau larutan pewarna dirasakan terlalu banyak menempel pada benang, sebaiknya diperas dahulu. Pewarna yang terlalu banyak menempel pada benang akan mengakibatkan hasil yang kurang memuaskan  
  3. Letakkan benang tersebut pada kertas yang sudah diletakkan di atas alas koran. Apakah letak benang mau diatur atau bebas bergantung pembuat. Ujung benang yang tidak terkena warna, harus ada di luar bidang kertas.  
  4. Lipatlah kertas tadi di tengah-tengah sisi panjangnya.  
  5. Sambil menekan kertas dengan salah satu telapak tangan, tariklah benang sampai keluar dari lipatan kertas. Arah tarikan bebas.  
  6. Buka lipatan kertas.  
  7. Untuk menghasilkan beberapa bentuk dalam satu bidang gambar/ kertas, lakukan kegiatan yang sama seperti di atas. Dengan mengubah letak benang, akan diperoleh gambar baru 
Bila dikehendaki gambar berwarna (lebih dari satu warna), yang harus dilakukan adalah: menarik benang beberapa kali sesuai dengan jumlah benang yang dicelupkan pada warna yang berbeda, menarik satu kali tarikan seutas benang yang dicelupkan pada beberapa warna, menarik satu kali tarikan sejumlah benang yang sudah memiliki warna masing-masing. dan beginilah hasilnya
Tarikan Benang

Batik Mega Mendung


Gradasi Warna 2

Ini adalah Gradasi Warna yang ke 2 kali nya saya buat dan sekaligus saya ikutkan dalam Pameran Seni dan Budaya PGSD 2012. tetapi ketika selesai Pameran Gambar ini telah hilang entah kemana, untungnya saya sudah memotretnya sebelum akhrnya hilang, tolong bagi yang menemukannya dikembalikanpada pemiliknya.Univers

Add caption

Gradasi Warna 1


Patung dari Gypsum


Anyaman Kertas


Menggambar Obyek Bebas


Menggambar Berbagai Element Kehidupan


Melipat, Menggunting dan Menempel


Goresan Pensil Abstrack


Menggambar Kotak Lingkaran


Gambar Lingkaran dan Kotak


Senin, 01 Agustus 2011

Fungsi Linear


1.     Definisi Fungsi Linear
Fungsi Linear adalah suatu fungsi yang memiliki 2 variable atau lebih yang masing-masing variable nilainya saling mempengaruhi dan variable bebasnya memiliki pangkat paling tinggi adalah satu. Dikatakan Linear karena grafik fungsinya dalam diagram Cartesius memiliki bentuk yang lurus.
Bentuk persamaannya  :
                           y = ax + b
            Dimana ;
            y = Variable tidak bebas
            x = Variable bebas
            a dan b = konstanta.
Contoh :
a.      F (x) = 6x + 3
b.      F (x) = x + 1
Ciri-ciri persamaan linear  :
1.       Apabila a > 0 maka garis akan bergerak dari bawah ke kanan atas.
2.       Apabila a < 0 maka garis akan bergerak dari kiri atas ke kanan bawah.
3.       Apabila a1 ≠ a2 maka garis akan berpotongan.
4.       Apabila a1 = a2 maka garis akan sejajar.
5.       titik b merupakan perpotongan pada sumbu y.
Contoh soal persamaan linear
x
1
2
3
y
9
11
13
1.            a.            Tentukan persamaannya !
                b.            Gambarkan grafiknya !



Jawab  :
y    =  ax + b                                         9    =   a + b
9    =  a + b                                           11  =   2a + b    _
11  =  2a + b                                         -2   =  -a
13  =  3a + b                                         a    =  2
                                                                9  =  a + b
                                                                9  =  2 + b
                                                                B  =  7
                                                                Jadi persamaannya  y  2x + 7

2.     Penggambaran Fungsi Linear
Penggambaran fungsi linier dari berbagai alternatif untuk ax dan b
a.      Description: mat1.jpgF (x) = 4 + 2 x ;dua buah titik yang dibutuhkan untuk menggambarkannya (0,4) dan (-2,0)


b.      Description: mat2.jpgF (x) = 4 –2x; dua buah titik yang dibutuhkan untuk menggambarkannya (0,4) dan (2,0)



c.       Description: mat3.jpgF (x) = -4 + 2 x dua buah titik yang dibutuhkan untuk menggambarkannya (0,-4) dan (2,0)


d.      Description: mat4.jpgF (x) = -4 – 2X dua buah titik yang dibutuhkan untuk menggambarkannya (0,-4) dan (2,0)




Kesimpulan : Untuk fungsi linier Y = ax + b, b : intersep dan a : gradien/kemiringan.
Intersep a0 merupakan titik potong antara fungsi linier dengan sumbu Y di atas sumbu datar X
Ø  b positif maka perpotongan fungsi linier dengan sumbu Y di atas sumbu datar X
Ø  b negatif maka perpotongan fungsi linier dengan sumbu Y di bawah sumbu datar X
Ø  Jika b nol maka perpotongan antara fungsi linier dengan sumbu Y pada titik (0,0)
Gradien a merupakan kemiringan fungsi linier terhadap sumbu X
3.     Hubungan Dua Fungsi Linear
Ada dua fungsi linier dimana fungsi linier pertama yaitu, f (x) = ax + b  dan fungsi linier yang kedua yaitu f (x) = ax + b. Kedua fungsi linier berada dalam berbagai keadaan.
a.      Description: mat5.jpgBerhimpit
Karena berimpit, maka a0 = a0’ dan a1 = a1’
Contoh:
Fungsi linier I : f (x)  = 4 + 2X
Description: mat6.jpgFungsi linier II : f (x) = 8 + 4 X, intersep 8/2 = 4 ; gradien 4/2 = 2
b.      Sejajar
karena sejajar, maka a0= a1’ dan a1 = a1’
Contoh:
Fungsi linear I : Y = 4 + 4 X, intersep 4 dan gradien 4
Description: mat7.jpgFungsi linier II : Y = 2 + 4 X, intersep 2 dan gradien 4
c.       Berpotongan
Karena berpotongan, maka a1 = a1’
Contoh :
Fungsi linear I : f(x) = 4 + 4X, intersep 4, gradien 4
Fungsi linear II: f(x) = 2 – 4 X, intersep 2 , gradien –4
Berimpit, dua buah garis akan berimpit apabila persamaan garis yang satu merupakan
kelipatan dari (proporsional terhadap) persamaan garis yang lain.
Sejajar, dua buah garis akan sejajar apabila kemiringan garis yang satu sama dengan kemiringan garis yang lain (m1 = m2).
Berpotongan, dua buah garis akan berpotongan apabila kemiringan garis yang satu tidak sama dengan kemiringan garis yang lain (m1 ?m2).
Tegak lurus, dua garis akan saling tegak lurus apabila kemiringan garis yang satu merupakan kebalikan dari kemiringan garis yang lain dengan tanda yang berlawanan
Atau nilai perkalian kemiringannya menghasilkan –1 (m1 x m2 = -1).

4.     Titik Potong Fungsi Linear
Untuk fungsi linear yang saling berpotongan dapat dilakukan dengan cara:
a.      Subsitusi
b.      Eliminasi
Contoh:
Carilah titik potong dari dua garis yang berpotongan yaitu 2X + 3 Y = 4 dan X + 2 Y = 1
Jawab:
a.      Cara subsitusi
2X + 3Y = 4 ………….(1)
x + 2 Y= 1 >>>  x = 1 – 2 Y …………..(2)
Masukkan (2) pada (1)
2 X + 3 Y = 4                             Sehingga X = 1 – 2 Y
2 ( 1-2 Y) + 3Y = 4                                   X = 5
2-4Y+3Y = 4
2 - Y = 4
Y = -2
b.      Description: mat8.jpgEliminasi




5.     Menentukan Persamaan Garis
Sebuah persamaan linier dapat dibentuk melalui beberapa macam cara, antara lain: (1) metode dua titik dan (2) metode satu titik dan satu kemiringan.
Metode Dua Titik
Apabila diketahui dua titik A dan B dengan koordinat masing-masing ( x1,  y1) dan ( x2,  y2), maka rumus persamaan liniernya adalah:



misal diketahui titik A (2,3) dan titik B (6,5), maka persamaan liniernya adalah:
Metode Satu Titik dan Satu Kemiringan
Dari sebuah titik A (x1, y1) dan suatu kemiringan (m)dapat dibentuk sebuah persamaan linier
dengan rumus sebagai berikut: 
Misal diketahui titik A (2,3) dan kemiringan m=0,5 maka persamaan liniernya adalah: